Rabu, 02 Februari 2011

Taktik dan Trik Menang dalam Pilkada

Pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah, atau seringkali disebut pilkada, adalah pemilihan umum untuk memilih kepala daerah dan wakil kepala daerah secara langsung di Indonesia oleh penduduk daerah setempat yang memenuhi syarat.

Sejak berlakunya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2007 tentang Penyelenggara Pemilihan Umum, pilkada dimasukkan dalam rezim pemilu, sehingga secara resmi bernama "pemilihan umum kepala daerah dan wakil kepala daerah".

Pilkada pada dataran ideal dimaksudkan untuk melakukan pergantian kekuasaan di daerah dengan cara yang demokratis, yaitu dengan mengikutsertakan rakyat secara langsung. Sehingga, diharapkan akan terpilih sosok penguasa terbaik, yang alim dan ihlas mengabdi untuk rakyat. Namun pada prakteknya muncul banyak distorsi sehingga Pilkada tidak lagi bisa diandalkan untuk memunculkan pimpinan daerah yang bagus.

Rasanya semua orang ingin mendorong terjadi persaingan yang imbang di antara para kontestan Pilkada. Di samping itu, agar  masyarakat semakin pandai dalam menilai, yang pada akhirnya akan menghasilkan pemimpin yang tepat, kiranya perlu disebarluaskan pengetahuan mengenai taktik dan trik memenangkan sebuah Pilkada.

Ada banyak strategi untuk mengusahakan satu pasangan calon memenangkan Pilkada, baik yang legal maupun yang ilegal. Berdasarkan pengetahuan dan pengalaman penulis sebagai Think Tank Pemilu salah satu partai, konsultan calon anggota Legislatif dan Think Tank kontestan Pilkada yang akhirnya jadi pemenang, berikut ini kami sampaikan beberapa taktik dan trik untuk memenangkan Pilkada.
  • Taktik :  Pemetaan kekuatan parpol. Pilih kendaraan politik yang terbesar atau minimal cukup punya nama besar di daerah Anda;
  • Trik   : Hampir semua parpol saat ini bergerak karena iming-iming uang. Karena itu, mainkan opini bahwa Anda memiliki simpanan dana yang besar, atau paling tidak ada seseorang/lembaga di belakang Anda yang telah menyiapkan dana besar untuk Pilkada.
  • Taktik : Buat pemetaan kecenderungan politik masyarakat berdasarkan sejarah pilihan politik mereka. Pemetaan ini sangat penting untuk membuat pilihan taktik berikutnya. Sehingga, ketidakakuratan pemetaan ini dapat menjerumuskan anda.
  • Trik    : Cari data di KPU, PPK atau PPS melalui orang-orang yang bisa Anda percaya di sana.
  • Taktik: Buat pemetaan opini, harapan, kesulitan-kesulitan atau uneg-uneg utama masyarakat berdasarkan penelitian yang Anda lakukan. Pemetaan ini penting untuk membuat manajemen isu.
  • Trik  :  Anda perlu membuat Tim Kecil (Think Tank) untuk melakukan riset gerak cepat ini. Tentunya yang bisa dipercaya, cerdas, komunikatif dan menguasai lapangan.
  • Taktik :  Buat Tim Pemenangan baik dari partai pengusung maupun Tim Khusus Anda sendiri. Kenalilah orang yang tepat untuk menjadi anggota tim Anda berdasarkan pengaruh kewilayahan dan mobilitasnya.
  • Trik   : Tim Pemenangan ini bertugas sesuai dengan arahan Think Tank. Hal ini untuk mengurangi distorsi isu dan efektivitas tim.
  • Taktik : Bila lawan Anda adalah incumbent, maka Anda perlu tenaga ekstra dan kecerdikan luarbiasa. Pasalnya, data menunjukkan 80% Pilkada dimenangkan oleh incumbent karena kekuatan finansial dan pengaruh ke urat nadi masyarakat lebih memadai. Karena itu, gunakan semua peluang untuk mengurangi pengaruh itu.
  • Trik   :  (1).  Kerjasama dengan kontestan lain, untuk menghambat proses pendaftaran di   KPU sehingga incumbent kehabisan masa jabatan dan digantikan PLT. (2). Dorong isu untuk menjadikan incumbent sebagai common enemy.
  • Taktik:  Gunakan kecanggihan teknologi seperti sms, facebook, dan website untuk mendukung kampanye anda.
  • Trik   :    Pakai trik-trik komunikasi untuk membentuk image yang baik untuk Anda;
  • Taktik:   Komunikasi yang baik adalah yang responsif dan selalu di update.
  • Trik   :   Pantau selalu situasi yang berkembang. Tempat paling strategis untuk menyebarkan isu maupun memantaunya adalah pasar.
  • Taktik:   Jika posisi cukup ketat dengan satu pesaing anda dan anda sudah memaksimalkan seluruh kemampuan, maka Anda perlu strategi untuk mencuri suara dari kontestan lain yang posisinya lemah.
  • Trik   :  Untuk mencuri suara dari kontestan lain, anda perlu memperhitungkan waktu tempuh isu dan waktu tempuh klarifikasi isu. Jika tidak, bisa jadi bumerang untuk Anda. Contoh isu yang bisa dipakai adalah “konstestan yang hendak dicuri suaranya terkena stroke, sehingga tidak bisa melanjutkan Pilkada dan menyarankan pendukungnya untuk memilih Anda.”
  • Taktik:   Kondisi saat ini, pemilih sangat tidak percaya akan komitmen kontestan untuk memperbaiki kesejahteraan mereka. Dan mereka berpikir siapa pun yang jadi pemenang, tidak bakal berpengaruh bagi kehidupan mereka. Karena itu, mereka meminta imbalan atas suara mereka di depan.
  • Trik   :    Kenyataan bahwa suara pemilih adalah uang tidak bisa dipungkiri. Ini adalah hasil didikan dan kesalahan pelaku-pelaku politik sendiri yang tidak bisa dipercaya janji-janjinya. Karena itu, lakukanlah politik uang secara cepat, tepat dan aman.
  • Taktik:   Setelah suara pemilih diberikan, maka Anda perlu mengawal suara itu sehingga tetap utuh sampai rekapitulasi akhir di KPU.
  •  Trik  :   Lakukan pengawalan sejak dari saksi-saksi di TPS, terus ke PPS, PPK, sampai KPU. Jika memungkinkan rekrut satu orang dalam di masing-masing pos tersebut sebagai tim anda.

    3 komentar:

    1. Membaca tulisan ini sebenarnya sangat menarik meskipun hal yang disampaikan itu telah dilakukan para tim sukses pada umumnya.
      Hanya yang agak mengganjal dan jadi pertanyaan di benak saya, pengalaman penulis menjadi think thank pemilu itu di tahun berapa? Apakah masih sesuai dengan situasi dan kondisi saat ini?
      Karena sepengetahuan saya, penulis saat ini seorang PNS yang menurut undang-undang maupun peraturan lain dilarang untuk memberikan dukungan kepada capres/cawapres, DPR/DPRD/DPD maupun cabup/cawali maupun wakilnya.

      BalasHapus
    2. Dari beberapa taktik maupun trik yang disampaikan ada beberapa yang menurut saya bukan merupakan hal yang jitu, perkara kemudian disampaikan penulis bahwa menjadi pemenang menurut saya itu hanya suatu kebetulan belaka.
      Contoh taktik pertama,pilih kendaraan politik terbesar atau minimal punya nama besar.
      Saya tidak sependapat. Kita ingat Pilpres 2004, di mana Megawati dengan PDIP yang didukung sekian partai besar dan kalaau digabungkan memperoleh suara terbanyak dalam Pemulu, namun kalah dengan partai baru yaitu Partai Demokrat bersama SBY.
      Jadi bukan merupakan jaminan bahwa partai besar bisa membawa kemenangan.

      BalasHapus
    3. Awal terjadinya KORUPSI adalah berasal dari besarnya money politik didaerah yang dilaksanakan PILKADA..
      jangan ajarkan generasi kita dengan MONEY POLITIK

      BalasHapus